Dana Bosda Riau Diprioritaskan Untuk Gaji Guru Honor.






   
Liputan106 Pekanbaru-  Pemerintah provinsi Riau telah menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, DR Kamsol mewanti-wanti para kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK untuk jeli melihat tawaran-tawaran program yang menggunakan dana bantuan tersebut. Pasalnya, dana Bosda diprioritaskan untuk pembayaran gaji guru honor.

"Saya minta para Kepsek untuk tidak menerima tawaran-tawaran kerja sama program oleh pihak ke tiga tanpa ada Arahan dari Disdik Provinsi Riau," kata Kamsol.

Kamsol pun menyatakan telah meminta kepada Kabid SMA/SMK untuk menyampaikan kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) bahwa tidak dibenarkan melakukan program MoU dengan pihak ketiga terkait penggunaan dana Bosda.
“Dana BOSDA ini diperioritaskan untuk gaji guru honor, serta peningkatan mutu Pendidikan,” tegasnya

Lebih lanjut dikatakannya, jika memang anggaran Bosda mencukupi dan bisa digunakan untuk kegiatan pendukung yang lain sesuai dengan Juknis dan Juklak, penggunaan dana Bosda tetap harus mendapatkan persetujuan Disdik Riau.

"Namun, harus mendapat persetujuan dari Disdik Riau, apalagi jika melakukan MoU," ujarnya.

Dari laporan yang didapat, bahwa pekan lalu ada beberapa Kepsek SMA/SMK melakukan MoU dengan vendor untuk program digitalisasi pendidikan. Diduga masing-masing Kepsek diminta dana untuk program tersebut dari Rp35 sampai dengan Rp45 juta bersumber dari dana Bosda Riau. 

Terkait hal ini Kamsol kembali menegaskan tidak ada kait mengkait antara membuka dan Bosda dengan apapun yang ditawarkan pihak ketiga.

"Kami meminta prioritas dana Bosda dise untuk pembayaran honor guru dari kegiatan lainnya. Jika kami mendengar ada kepala sekolah yang memprioritaskan kegiatan selain itu, akan ada sanksi yang tegas," katanya.(red) 

Sumber:Riauaktual

Komentar